Sunday, September 13, 2009
Tes-Tes
The page you are looking for is currently unavailable. The Web site might be experiencing technical difficulties, or you may need to adjust your browser settings.
Please try the following:
Click the Refresh button, or try again later.
If you typed the page address in the Address bar, make sure that it is spelled correctly.
To check your connection settings, click the Tools menu, and then click Internet Options. On the Connections tab, click Settings. The settings should match those provided by your local area network (LAN) administrator or Internet service provider (ISP).
See if your Internet connection settings are being detected. You can set Microsoft Windows to examine your network and automatically discover network connection settings (if your network administrator has enabled this setting).
Click the Tools menu, and then click Internet Options.
On the Connections tab, click LAN Settings.
Select Automatically detect settings, and then click OK.
Some sites require 128-bit connection security. Click the Help menu and then click About Internet Explorer to determine what strength security you have installed.
If you are trying to reach a secure site, make sure your Security settings can support it. Click the Tools menu, and then click Internet Options. On the Advanced tab, scroll to the Security section and check settings for SSL 2.0, SSL 3.0, TLS 1.0, PCT 1.0.
Click the Back button to try another link.
Cannot find server or DNS ErrorInternet Explorer
Friday, May 18, 2007
Angan-angan Seorang Pemalas
Jangankan memperbaiki atap yang bocor, bekerja mencari makan saja Badulhup malas sekali. Kalau perutnya sudah lapar, ia pergi ke kedai makan lalu duduk menunggu di situ, kalau-kalau ada orang yang baik hati yang sudi membayarkan makan-minumnya. Kalau ada yang sudi membayarkannya ia gembira. Dan kalau perutnya sudah kenyang, ia duduk bersantai.
Selain pemalas, ada pula kebiasaan buruk Badulhup yang lain, yaitu merokok. Padahal merokok berarti membakar uang, sedang ia tak pernah mau mencari uang. Agar dapat juga merokok, yang dilakukannya setiap hari ialah menunggu orang-orang yang merokok, lalu ia meminta sebatang. Kalau datang orang lain lagi, dimintanya pula sebatang lagi. Begitu seterusnya. Jadi, setiap ia merokok, yang diisapnya itu milik orang lain yang dimintanya. Tetapi ia tak pernah merasa malu meminta-minta itu.
Kalau kerbau sudah pulang ke kandang dan ayam itik pulang ke sarang, barulah Badulhup pulang ke gubuk buruknya itu untuk tidur. Kalau ia sudah tertidur, seringkali seperti pingsan, tak ingat apa-apa lagi dan sangat sulit dibangunkan. Angin ribut yang bertiup pun tidak di ketahuinya lagi. Bahkan kalau gubuk buruknya itu digoncang gempa atau diterpa gelombang tsunami, Badulhup hanya menarik selimutnya.
Selain pemalas, Badulhup sangat suka berangan-angan. Sering menjelang tidur malam, kalau angin sedang kencang menerpa gubuk buruknya yang hampir roboh itu, Badulhup berangan-angan, "Kalau gubuk burukku ini roboh, tetangga sekitar tentu akan membantu membangunkan untukku rumah baru. Jadi tidak terlalu perlu bersusah-payah memikirkan tempat bernaung."
Ketika masyarakat sudah bangun dan bekerja, Badulhup masih pulas dalam mimpinya, Badulhup baru bangun dari tidur panjangnya setelah mentari siang meninggi. Setelah bangun bukan menggosokgigi atau merapikan tempat tidur, tetapi langsung pergi ke kedai makan. Bukan memesan membeli nasi atau minuman, tetapi menunggu kalau-kalau ada orang yang sudi membayarkan makan minunnya, Kalau pada hari itu tak ada yang sudi membayarkan makan minumnya, barulah Badulhup mencari kerja. Tetapi kerja yang akan dilakukannya dipilih-pilihnya. Badulhup tak pernah mau membanting tulang di sawah atau pergi menangkap ikan. Alasannya, ke sawah, ia tak mau berpanas-panas, sedang menangkap ikan, ia takut mabuk laut, Tetapi ada pekerjaan yang disukai Badulhup, yaitu memanjat pokok kelapa, walau pun dengan upah seadanya.
Pada suatu hari, tidak ada orang yang membayarkan makan minumnya. Maka terpaksa Badulhup mencari-cari siapa yang ingin mengupahnya memanjat pokok kelapa. Tetapi pada hari itu tak ada orang yang memerlukan jasanya. Maka dalam keadaan kelaparan, terpaksalah dia memohon masyarakat kampung agar memberinya pekerjaan memanjat pohon kelapa. Namun tak seorang pun membutuhkannya, sementara perutnya semakin lapar juga.
Dalam keadaan hampir berputus asa, akhirnya ia melihat seorang nenek sedang memandang ke atas melihat-lihat buah kelapa miliknya. Badulhup merasa gembira. Langsung ia menawarkan jasa. Sang nenek ternyata membutuhkan jasanya. Badulhup semakin gembira.
"Berapa nenek sanggup membayar saya?" tanya Badulhup.
"Nenek tak punya uang".
"Kalau nenek tak punya uang untuk membayar saya, saya tak bersedia menurunkan buah kelapa nenek"
"Kalau kau tak mau, apa boleh buat"
Ucapan nenek itu tak menggembirakan hati Badulhup. Padahal sebelumnya telah terbayang di dalam pikrannya akan mendapatkan uang sebagai upah. Semula Badulhup ingin meninggalkan nenek itu. Tetapi kemudian ia ragu. Kalau peluang itu tak dimanfaatkannya, belum tentu ada lagi orang lain yang akan menyuruhnya menurunkan buah kelapa. Akhirnya Badulhup berkata:
"Kalau nenek tak punya uang, berilah aku apa saja..."
"Bagaimana kalau nenek beri beberapa butir telur ayam?"
"Untuk apa bagi saya telur ayam?"
"Kau dapat merebus atau menggorengnya"
"Saya malas merebus atau menggorengnya"
"Kalau begitu, kau dapat mengeramkannya. Kalau menetas, ayammu akan banyak sekali. Dan kalau dijual, kau akan dapat uang..."
Mendengar kata-kata uang, Badulhup langsung tertarik, Sebab tak ada yang lebih menarik baginya selain uang. Mulailah Badulhup memanjat pohon kelapa sambil berangan-angan. Ia membayangkan telur-telur ayam yang akan menjadi upahnya memanjat pohon kelapa itu menetas, sehingga ayamnya banyak. Setelah dijualnya, dibelikan kambing lalu berkembang biak pula, lalu dibelinya pula sapi. Sapi pun berkembang biak pula, lalu dijualnya, sehingga uangnya pun banyak. Lalu dibelinya kuda yang bagus dan cekatan, Maka setiap hari ia menunggang kuda keliling kampung.
Dalam angan-angannya, sapi-sapinya semakin berkembang biak, lalu dijualnya dan dijualnya lagi, sehingga uangnya semakin lama semakin banyak. Setelah kaya raya, gadis-gadis cantik pun mendekatinya ingin disunting. Lalu disuntingnya yang paling cantik dan paling bergengsi.
Setelah menikah, anak-anaknya pun lahir. Anak-anaknya itu tak boleh bodoh dan pemalas serta suka berangan-angan seperti dirinya. Kalau anak-anaknya pemalas, niscaya akan dipukulnya.
Karena angan-angannya itu sangat dijiwainya, maka diambilnya pelepah kelapa, lalu dipukulnya batang kelapa yang sedang dipanjatnya. Dibayangkannya ia seakan memukul anaknya yang nakal itu.
Akibatnya pegangan tangannya pada pohon kelapa itu terlepas, sehingga ia terjatuh. Begitu tubuhnya terhempas di bumi, ia pingsan. Darah mengalir dari telinganya. Sang nenek menjerit ketakutan, lalu memeriksa nadinya.
Badulhup ternyata tak bernapas lagi. Tubuhnya terdiam untuk selama-lamanya, bersama angan-angannya, ayam, kambing, sapi, istri yang cantik dan anak-anaknya, semuanya lenyap.
Pertolongan Yang Tak Terduga
Setiap usai shalat lima waktu, Saidah mendoakan ruh almarhumah ibunya yang sangat dicintai dan mencintainya. Sering air matanya menetes tanpa disadarinya ketika berdoa. Terutama jika ia teringat akan penderitaan ibunya menjelang meninggalnya.
Lalu pada suatu malam Ahad, bunyi dering jam weker yang memang sengaja disetelnya membangunkannya dari tidurnya. Ayah dan kedua adiknya sedang nyenyak. Saidah berwudu' di belakang. Tiba-tiba ia terkejut mendengar suara desisan. Dengan pelita di tangan, diperhatikannya arah suara desisan itu. Masya Allah! Saidah terkejut dan sekaligus ketakutan. Ternyata seekor ular yang lumayan besar dan panjang. Namun Saidah tak mau berteriak, karena takut akan mengganggu dan membangunkan ayahnya yang telah lelah bekerja seharian di sawah. Untimglah uiar itu kemudian menjauh tanpa diusir. Dan untung pula makhluk ciptaan Allah Ta'ala itu tidak menyerang Saidah.
Setelah berwudu', Saidah menunaikan shalat tahajjud. Seusai tahajjud, Ia berdoa. Panjang sekali doanya. Di antaranya ia memohon kepada Allah semoga ruh ibunya di alam barzakh diampuni Allah dan dilindungi dari azab kubur dan dari azab neraka dan semoga Allah menjumpakan mereka pada saatnya nanti di akhirat. Kemudian ia berdoa semoga mereka sekeluarga dilindungi Allah dari segala macam bentuk bencana hidup. Setelah berdoa, Saidah merenung.
Dalam merenung itulah Saidah tiba-tiba terkejut. Ada tangan yang lembut dan hangat membelai kepalanya. Ketika ia menolah, jantungnya serasa terhenti berdetak. Pemilik tangan itu adalah orang yang paling dekat dengannya dan paling dicintainya. Ibu kandungnya.
"Ibu!, bagaimana Ibu bisa hidup lagi?" tanya Saidah.
Ibunya tak menjawab. Sebagaimana biasa, ibunya tersenyum. Senyuman yang menyejukkan Saidah. Kemudian ia berkata:
"Anakku, berdoalah kepada Allah, semoga Allah mempertemukan kita nanti di akhirat. Ibu hanya ingin menitipkan pesan kepadamu. Setelah engkau tamat Tsanawiyah pada tahun ini, lanjutkanlah pendidikanmu ke Pesantren Putri. Sekali lagi, ke Pesantren Putri. Tekunlah menuntut ilmu dengan ikhlas karena Allah. Mudah-mudahan engkau menjadi orang alim yang salihah. Jaga kedua adikmu. Perhatikan ayahmu. Dan jangan lupa mendoakan Ibu".
Belum sempat Saidah berbicara, tiba-tiba ibunya lenyap dari pandangan matanya.
"Ibu ! Ibu !... Ibuuuuu !!!" Teriakannya semakin keras. Tiba-tiba sepasang tangan yang kasar mengguncang-guncangkan tubuhnya.
"Saidah! Ada apa? Mengapa kau memanggil-manggil ibumu? Kau bermimpi?" tanya ayahnya.
"Astaghfirullah, subhanallah," kata Saidah. Mimpinya diceritakannya kepada ayahnya. Ayahnya sangat terkesan dengan mimpi Saidah itu. Pagi itu, Abdul Halim, ayah Saidah pergi menemui Kiyai Hasan Bishri, seorang ulama yang sangat dimuliakan di lingkungan mereka. Kepada ulama yang sangat zuhud dan salih itu, diceritakannya bahwa putrinya, Saidah bermimpi berjumpa dengan ruh almarhumah ibu kandungnya dan menyuruhnya memasuki pesantren putri.
Jawaban Kiyai Hasan sangat baik. Katanya terlepas dari ada tidaknya mimpi itu, memasuki Pesantren Putri sangat baik. Sebab ilmu merupakan mutiara berharga, sedangkan bergaul dengan orang-orang salih merupakan sarana untuk menjadi salih pula. Akhirnya diputuskan bahwa setamat Saidah dari Tsanawiyah, ia akan melanjutkan ke Pesantren Putri.
Pada hari yang telah ditentukan, Saidah pergi bersama ayahnya ke pesantren putri dengan membawa bekal seadanya. Di tengah perjalanan, mereka mengalami kendala dan cobaan. Dua perampok mencegat mereka, ingin merampas semua bawaan mereka, termasuk uang.
"Kami bukan orang kaya yang pantas dirampok. Rencana kami akan ke Pesantren Putri tempat anak saya ini belajar agama. Biarkanlah kami pergi. Mudah-mudahan Allah memberi kalian rezeki yang kalian inginkan." Demikian kata ayah Saidah.
Tetapi perampok itu ternyata tak memperdulikan ucapan ayah Saidah. Bahkan salah seorang di antara mereka menangkap tangan Saidah yang kulitnya sangat putih dan mulus serta wajahnya mirip wajah ibunya, cantik.
"Ya Allah!, tolong kami!" kata Saidah. Melihat Saidah ditangkap perampok itu, keberanian ayahnya timbul. Ia menghalangi perampok itu. Namun perampok yang seorang lagi menangkap Abdul Halim, lalu memukulnya keras. Akibatnya Abdul Halim terjatuh. Ketika ia akan bangkit, perampok itu menendangnya sehingga tersungkur. Dalam keadaan demikian, Saidah diseret menjauh dari ayahnya.
"Ya Allah!, selamatkan anakku!" doa Abdul Halim.
Tiba-tiba, entah dari mana datangnya, muncul seorang lelaki berjubah putih.
"Hentikan!" teriak lelaki itu.
Tetapi kedua perampok itu tak memperdulikannya. Mereka terus menyeret Saidah. Akhirnya lelaki itu menangkap tangan salah seorang perampok, lalu memelintirnya. Perampok yang seorang lagi menyerang. Tetapi dipelintir pula tangannya oleh lelaki berjubah putih itu. Akhirnya kedua perampok itu lari tunggang langgang.
Saidah dan ayahnya bersyukur kepada Allah, bahwa Allah telah menyelamatkan mereka. Mereka juga sangat berterima kasih kepada lelaki berjubah putih itu. Ketika ayah Saidah menanyakan rumah lelaki itu, lelaki berjubah putih itu menunjukkan rumahnya. Namanya Abdul Malik. Abdul Malik bahkan memberikan sejumlah uang kepada ayah Saidah. Setelah ayahnya mengantarkan Saidah ke Pesantren Putri, ia berniat akan singgah lagi ke rumah Abdul Malik yang telah menolong mereka itu.
Ia hafal betul daerah dan tempat terjadinya peristiwa naas itu. Tetapi setiba di tempat, Abdul Halim merasa sangat heran tak habis pikir. Ternyata di daerah mereka pernah akan dirampok, tak ada rumah. Berkali-kali Abdul Halim mengitari daerah itu, tetap saja rumah Abdul Malik tak ditemukannya.
"Kalau begitu, apakah Abdul Malik itu jelmaan malaikat Allah atau jin mukmin yang diperintahkan Allah menolong kami?" pikir Abdul Halim.
Pada malam harinya Abdul Halim bermimpi. Dalam mimpinya, ia melihat Saidah sedang belajar membaca Al Quran di bawah pimpinan seorang kiyai yang salih. Kiyai itu ternyata Abdul Malik. Ayah Saidah sangat gembira sekali dapat berjumpa dengan Abdul Malik. Ketika ia akan mendekati Abdul Malik, seorang lelaki tua bersorban putih berkata kepadanya: "Abdul Malik itu bukan manusia. Dia adalah jin. Tetapi yang mukmin. Dia selalu menolong orang-orang mukmin yang salih. Terutama pada saat orang mukmin yang salih itu dalam keadaan sangat berbahaya dan membutuhkan pertolongan secepatnya..."
Ujian Iman Tiga Pria Kaya
Ada tiga pria Bani Israel menderita penyakit berbeda. Yang pertama penyakit kusta, yang kedua gugur rambut alias botak sedangkan yang ketiga buta. Ketiga pria itu sudah jatuh miskin dan tipis harapan untuk dapat sembuh serta hidup bahagia seperti orang sehat iainnya. Mereka pun tidak punya siapa-siapa yang diharapkan dapat membantu.
Allah ingin menguji tman mereka dengan cara mengutus Malaikat untuk menanyakan apa keinginan mereka pada saat itu. Keinginan manusia tentu bisa berbeda satu sama lain, berbeda dari waktu ke waktu tergantung kondisinya pada saat itu. Tapi biasanya, orang sakit tentu ingin sembuh. Orang miskin biasanya ingin kaya, dan seterusnya.
Maka Malaikat mula-mula mendatangi penderita kusta. "Apa yang paling engkau inginkan?" tanya Malaikat. "Sembuh dari penyakit kusta," jawab pria itu seraya menambahkan "Aku telah tersiksa oleh penyakit ini, kulitku rusak berat membuat masyarakat jijik sehingga menjauhiku."
Dokter spesialis masa kini tentu tak mampu menyembuhkannya dalam tempo singkat. Tetapi Malaikat ternyata mampu. Dengan mengusap bagian-bagin tubuh lelaki yang terkena kusta itu, terjadilah keajaiban. Penyakitnya lenyap seketika alias sembuh, bahkan bagian-bagian tubuhnya kembali utuh dibalut kulit yang mulus dan bersih.
Setelah itu Malaikat berkata, "Sekarang engkau telah sembuh. Engkau perlu berusaha. Apa yang paling engkau inginkan sebagai modal usaha?"
"Unta," jawab pria itu.
Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada manusia masa kini, jawabannya mungkin uang tunai kalau boleh miliaran atau triliunan rupiah, Para pakar ekonomi masa kini tentu tak sanggup memenuhi permintaan itu dalam tempo singkat. Tetapi Malaikat ternyata sanggup. Ya, dengan izin Allah. Maka terjadi lagi keajaiban. Unta yang diinginkan terwujud seketika. Bahkan unta itu sedang bunting sepuluh bulan. Karena pria itu tak tahu bahwa yang mendatanginya itu malaikat, ia berterimakasih seraya mendoakan semoga Allah memberkati perbuatannya itu.
Selanjutnya Malaikat tersebut menemui pria kedua.
"Apa yang paling engkau inginkan?" tanya Malaikat.
"Rambut yang bagus dan sembuh dari penyakit yang menyebabkan manusia menjauh dariku," jawab pria itu.
Malaikat mengusap kepalanya yang bermasalah, lalu penyakitnya lenyap, bahkan rambutnya tumbuh lebat, hitam menawan.
"Apa yang paling engkau sukai sebagai modal usaha?" tanya Malaikat lagi.
"Sapi," jawabnya. Maka dia diberikan seekor sapi yang sedang bunting pula.
Pria itu mendoakan semoga Allah memberkati perbuatan orang tersebut.
Kemudian Malaikat mendatangi pria ketiga. Sama seperti sebelumnya. Malaikat menanyakan apa keinginannya dan jawabannya pun sama yaitu sembuh dari penyakit. Dan ketika ditanya harta apa yang paling diinginkannya, jawabnya domba. Maka dia diberikan seekor biri-biri yang telah melahirkan anak.
Sepeninggal Malaikat, ketiga pria itu merawat dan mengembangbiakan hewan ternak mereka masing-masing, Dalam beberapa tahun kemudian, mantan penderita kusta memiliki satu lembah unta, mantan penderita penyakit gugur rambut memiliki satu lembah sapi, sementarasi mantan buta memiliki satu lembah domba.
Kembali Malaikat mendatangi mereka satu persatu. Kepada pria pertama, Malaikat datang dengan menjelma sepeti penderita kusta, seraya berkata, "Saya seorang musafir, kehabisan bekal dan tak punya apa-apa lagi untuk melanjutkan perjalanan. Hari ini saya tidak mempunyai tempat mengadu selain kepada Allah dan kepada anda. Saya memohon pada anda demi Dia Yang telah memberi anda kulit yang mulus dan memberi anda seekor unta, agar membantu saya melanjutkan perjalanan."
Pria itu ternyata tak bersyukur kepada Allah atas kekayaan yang telah Allah berikan kepadanya, padahal ia pernah miskin, melarat dan menderita sakit kusta, namun setelah kaya, hatinya tidak tergugah oleh penderitaan orang miskin yang sedang kehabisan bekal dan tak mau memberi apa yang dibutuhkannya.
Malaikat itu berkata kepadanya, "Saya rasa saya kenal anda Bukankah anda dulu miskin dan berpenyakit kusta sehingga manusia jijik dan menjauh dari anda?" Dalam sebuah riwayat (hadis lain}, dikatakan bahwa pria itu tidak mengaku bahwa dirinya pernah miskin dan menderita kusta. Bahkan ia berdusta dengan mengatakan, "Aku mewarisi harta ini dari orang tuaku."
Malaikat berkata, "Kalau anda berdusta, Allah akan menjadikan keadaan anda kembali seperti sebelumnya."
Selanjutnya Malaikat tersebut mengubah wujudnya menjadi seorang yang tampak miskin dan menderita penyakit gugur rambut, lalu mendatangi pria kedua yang pernah menderita gugur rambut, seraya meminta bantuan, Pria ini juga ternyata sudah lupa daratan. Ia tak bersyukur kepada Allah yang telah memberinya harta kekayaan melalui Malaikat yang menyamar sebagai pengembara miskin itu. Dan ketika Malaikat mengingatkan bahwa pria itu sebelumnya pernah miskin dan menderita gugur rambut, pria itu tak mengakuinya. la berdusta. Akhirnya Malaikat berkata, "Kalau anda berdusta, Allah akan menjadikan keadaan anda kembali seperti sebelumnya."
Terakhir, Malaikat mendatangi lelaki ketiga dengan menjelma seperti seorang buta lalu berkata, "Saya seorang musafir yang miskin. Di dalam perjalanan, keledai yang saya kendarai hilang pula. Saya tidak mempunyai tempat mengadu selain kepada Allah dan kepada anda. Saya memohon bantuan anda demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda dan memberi anda seekor domba, agar saya dapat meneruskan perjalanan saya."
Pria ketiga ini ingat keadaan dirinya dulu. la berkata terus terang, "Sebelumnya aku juga pernah buta dan miskin seperti keadaanmu sekarang. Tetapi Allah telah mengembalikan penglihatanku dan memberiku modal usaha berupa seekor domba. Nah, ambiilah apa yang engkau butuhkan dari hartaku. Ini semua titipan dari Tuhan. Ambillah seperiumu. Demi Allah, aku tidak akan menghalangimu. Aku ikhlas."
Malaikat berkata kepadanya, "Jagalah hartamu! Sesungguhnya engkau dan dua temanmu telah diuji Allah. Allah telah meridaimu dan membenci dua orang sahabatmu."
Tidak Serakah
Setelah tanah milik Qani dibelinya, pada suatu hari, Rafi menggali tanah untuk membuat sumur. Di dalam tanah galian, ia menemukan sebuah peti besi. Lama juga ia berpikir tentang pesi besi itu.
"Peti besi apa ini? Milik stapa? Mengapa sampai berada di dalam tanah? Adakah isinya atau tidak?". Begitu hatinya tertanya-tanya.
Dicobanya membuka tutup peti besi itu. Begitu melihat isinya, matanya terbelalak, ia terkejut. Ia kaget bukan karena isi peti besi itu ular ganas atau kala jengking berbisa, bukan pula tengkorak manusia atau benda lain yang aneh, tetapi emas. Rafi semakin heran memikirkan kenyataan itu.
"Mimpikah ini atau memang kenyataan?" tanyanya dalam hati. Dicubitnya tangannya. Sakit terasa. Berarti bukan mimpi. Kalau dalam mimpi, tidak sakit. Memang bukan mimpi. Nyata, tetapi aneh. Seumur hidupnya baru kali ini Rafi mengalami dan menemukan kenyataan ini.
Namun Rafi bukan manusia serakah. Kalau orang lain yang menemukan benda berharga itu, ia akan merasa sangat gembira dan tidak memberitahukan penemuan tak terduga itu kepada siapa pjjn, terutama kepada Qani yang telah menjual tanah itu.
Tetapi Rafi tidak. la sama jsekali tak berniat akan menguasai temuan tak terduga itu. Katanya kepada dirinya sendiri: "Ketika melakukan transaksi jual beli lahan ini, aku sama sekali tak menyebutkan bahwa semua benda berharga di dalam tanah ini akan menjadi milikku. Jadi, benda berharga ini tetap hak Qani. Yang menjadi milikku hanya tanah. Temuan ini tidak. Kalau kuambil juga, berarti aku mengambil sesuatu yang bukan hakku. Berarti aku berdosa. Aku tak mau berdosa. Manusia bias ojkelabui, tetapi Tuhan tidak. Ia tahu apa yang aku lakukan dan apa yang tidak aku lakukan..."
Ketika Rafi memberitahukan temuannya itu kepada istrinya, wanita itu melompat-lompat keriangan. Tetapi ketika Rafi memberitahukan bahwa ia akan mengembalikan benda berharga itu kepada Qani, istrinya tak sependapat. Katanya, "Tanah itu sudah kita beli. Berarti apa saja yang terdapat di dalamnya dengan sendirinya menjadi hak dan milik kita dan bukan lagi hal dan milik Qani. Mengapa harus dikembalikan kepadanya".
Rafi tetap pada pendiriannya. la tetap harus mengembalikan emas murni itu kepada Qani. Benda berharga itu diangkatnya, lalu ia melangkah akan membawanya ke Qani. Tetapi istrinya menghalanginya. Katanya, "Sudah lama aku mendambakan kekayaan, namun tak pernah menjadi kenyataan. Kini keinginanku itu bisa terwujud. Dengan menjual emas ini, kita akan kaya raya. Kita tak akan susah lagi. Kau tak perlu lagi bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan nafkah kita. Dengan uang hasil penjualan emas itu, kita bisa makan enak. Kita juga bisa membeli rumah yang bagus, kuda yang bagus, kebun yang bagus, pakaian yang bagus dan apa saja yang bagus-bagus. Lalu mengapa kau begitu dungu dan pandir ingin menyerahkan benda-benda berharga itu kepada Qani?"
Apa pun kata istrinya, Rafi tetap pada pendiriannya. Ia pergi juga ke rumah Qani, lalu menyerahkan temuan berharga itu kepada Qani atas dasar bahwa yang berhak atas emas itu adalah Qani dan bukan dirinya.
Qani pun terkejut. la tak pernah membayangkan bahwa di dalam tanah yang telah dijualnya kepada Rafi, tersimpan benda berharga yang nilainya sangat tinggi. Tetapi ia lebih terkejut lagi bahwa benda berharga itu bukan dikuasai Rafi, tetapi malah diserahkan kepadanya.
Rafi mengatakan kepada Qani bahwa transaksi yang dilakukannya ialah membeli tanah dan bukan membeli emas yang terdapat di dalam tanah itu. Dengan demikian, yang berhak atas temuan berharga itu adalah Qani.
Kalau saja Qani serakah dan egois serta licik, emas itu diterimanya, lalu cepat-cepat dijualnya, agar dirinya aman kalau-kalau ada tuntutan di kemudian dari Rafi, atau pihak lain. Tetapi Qani ternyata tidak demikian. Kepada Rafi, Qani mengatakan bahwa dengan telah dijualnya tanah itu kepada Rafi, maka segala yang terdapat di dalam tanah itu, termasuk emas itu dengan sendirinya telah menjadi hak milik Rafi, dan bukan menjadi hak milik Qani lagi.
Rafi yang dikenal zuhud dan wara', tetap tak berani memiliki emas itu dan tetap meminta agar Qani menerimanya. Sebaliknya Qani tetap tak mau menerimanya. Sebab ia juga takut dosa. la yakin bahwa emas temuan itu memang miliknya, tetapi sebelum tanah itu dijualnya kepada Rafi.
Akhirnya mereka meminta solusi kepada Muqaffa, seorang hakim yang arif dan bijaksana. Sang hakim merasa kagum terhadap kezuhudan Rafi dan Qani, sehingga merasa kedua lelaki zuhud itu perlu dipersaudarakan. Akhirnya sang hakim memberikan solusi berupa usulan. Anak Rafi yang lelaki dinikahkan dengan anak Qani yang perempuan, lalu temuan berharga itu diserahkan kepada anak dan menantu mereka itu. Usulan itu disetujui Rafi dan Qani.
Mimpi yang Membawa Hikmah
Teman-teman tentu pernah mendengar, semua perbuatan manusia di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Di akhirat kelak setiap manusia akan diperintahkan berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Manusia akan terlempar ke neraka jika tidak bisa melewati jembatan itu. Sebaliknya, manusia tersebut akan menikmati keindahan surga jika bisa melewati jembatan itu.
Setiap manusia akan menemui kesulitan dan kemudahan yang beragam saat berjalan di atas jembatan shiratal mustaqim. Jika selama hidup di dunia, manusia itu banyak beramal saleh, ia akan mudah melewatinya. Jika tidak, iaakan sulit berjalan di atas shiratal mustaqim. Bahkan, besarkemungkinan iaakan terlempar dan jatuh ke jurang neraka di bawahnya.
Hal itu membuat banyak orang khawatir. Tentu saja. Sebab, kita tidak pernah tahu secara pasti apakah selama di dunia kita tergolong orang yang banyak beramal saleh atau justru banyak berbuat dosa. Nah, perasaan itu juga dirasakan khalifah Umar bin Abdul Azis. Apalagi waktu khalifah Umar bin Abdul Azis mendengar cerita seorang hamba sahaya tentang mimpinya di suatu hari.
Umar bin Abdul Azis tertarik waktu hamba sahaya itu bercerita. "Ya, Amirul Mukminin. Semalam saya bermimpi kita sudah tiba di hari kiamat. Semua manusia dibangkitkan Allah, lalu dihisab. Saya juga melihat jembatan shiratal mustaqim."
Umar bin Abdul Azis mendengarkan dengan seksama. "Lalu apayang engkau lihat?" tanyanya.
"Hamba melihat satu per satu manusia diperintahkan berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Penguasa Bani Umaiyah, Abdul Malik bin Marwan, hamba lihat ada di antara orang yang pertama kali dihisab. la berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Tapi, baru dua langkah, dia sudah jatuh ke dalam jurang neraka. Saat ia jatuh, ubuhnya tak terlihat lagi. Hamba hanya mendengar suaranya. la terdengar menangis dan memohon ampun kepada Allah," jawab hamba sahaya itu.
Umar bin Abdul Azis tertegun mendengar cerita itu. Hatinya gelisah.
"Lalu bagaimana?" ia bertanya dengan gundah.
"Setelah itu giliran putranya, Walid bin Abdul Malik bin Marwan. Ia juga terpeleset dan masuk ke dalam jurang neraka. Lalu tiba giliran para khalifah yang lain. Saya melihat, satu per satu mereka pun jatuh. Sehingga tidak ada yang sanggup melewati jembatan shiratal mustaqim itu," kata sang hamba sahaya.
Umar bin Abdul Azis tercekat karena merasakan takut dan khawatir dalam dadanya. Sebab, ia juga seorang khalifah. la sadar, menjaga amanah kepemimpinan dan kekuasaan itu sangat berat. Dan ia punyakin, setiap pemimpin harus bisa mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Tidak ada seorang pun yang akan lolos dari hitungan Allah.
Jantung Umar seketika berdegub kencang. Nafasnya memburu. Ia cemas, jangan-jangan nasibnya akan sama dengan para pemimpin lain yangdikisahkan hamba sahaya itu. Karena cemas dan takut, Umar bin Abdul Azis meneteskan air mata. Ia menangis.
"Ya, Allah. Apakah aku akan I bernasib sama dengan mereka yang dilihat hamba sahaya ini di dalam mimpinya? Apakah aku telah berlaku tidak adil selama memimpin? Pantaskah aku merasakan surga-Mu, ya Allah?" bisik Umar bin Abdul Azis di dalam hati. Air matanya kian deras mengalir.
"Lalu tibalah giliran Anda, Amirul Mukminin," kata hamba sahaya itu.
Ucapan hamba sahaya itu menambah deras air mata Umar bin Abdul Azis. Umar kian cemas. Kecemasan Umar membuat tubuhnya gemetaran. Ia menggigil ketakutan. Wajahnya pucat. Matanya menatap nanar kesatu sudut ruangan.
Saat itu, Umar bin Abdul Azis mengingat dengan jelas peringatan Allah SWT, "Ingatlah pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. Dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah sentuhan api neraka"
Hamba sahaya itu justru kaget melihat reaksi khalifah Umar bin Abdul Azis yang luar biasa. Dalam hati, ia merasa serba salah. Sebab, ia sama sekali tidak punya maksud untuk menakut-nakuti khalifah. Ia sekadar menceritakan mimpi yang dialaminya.
Melihat kepanikan khalifah, hamba sahaya itu lalu berusaha menenangkan Umar bin Abdul Azis. Namun, Umar bin Abdul Azis belum bisa tenang. Maka, hamba sahaya itu pun meneruskan ceritanya dengan berkata, "Wahai, Amirul Mukminin. Demi Allah, aku melihat engkau berhasil melewati jembatan itu. Engkau sampai di surga dengan selamat!"
Mendengar itu, Umar bin Abdul Azis bukan tersenyum apalagi tertawa. Ia diam. Cukup lama Umar tertegun. Cerita itu benar-benar membuatnya berpikir dan merenung.
Ada hikmah yang lalu dipetik Umar dari cerita itu. Dan sejak itu, ia menanamkan tekad untuk lebih berhati-hati dalam amanah kekuasaan. Itu adalah amanah Allah yang sangat berat.
Teman-teman juga harus menanamkan tekad itu di hati masing-masing, ya. Sebab, setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Sekecil apa pun amanah itu.
Salah Duga
"Mengapaterlambat, Mas?" tanyanya. "Ada masalah?"
"Tapi apa? Masih tentang anjing peliharaan itu?"
"Babi juga makhluk Allah, Mas, tetapi mengapa diharamkan Allah memakannya?"
Sabar terdiam. Kemudian Hamidah melanjutkan, "Memang pada hakikatnya yang menciptakan anjing adalah Allah. Dan umat Islam tak diperintahkan membenci anjing. Namun bukan berarti umat Islam diperintahkan memelihara anjing dan berakrab-akrab dengannya. Dan orang yang bertaqwa tidak akan memelihara anjing tanpa kepentingan."
"Tapi kita kan tidak makan daging anjing?"
Sabar terdiam sejenak, kemudian berkata, "Tapi aku pernah mendengar khutbah Jumat bahwa memelihara anjing sebenarnya dibolehkan kalau memang ada kepentingannya, seperti untuk menjaga sawah, ladang, ternak, termasuk untuk melacak kejahatan bagi petugas polisi rahasia..."
"Kalau memang ada manfaatnya, memang dibolehkan. Tapi bagi kita, anjing kan tak ada manfaatnya?"
Sabar terdiam
Tak berapa lama kemudian, dilihatnya si Belang, anjing peliharan mertuanya berlari menghampirinya. laterkesiap. Dan matanya melotot, ketika melihat moncong anjing itu berlumur darah.
Tuesday, March 13, 2007
Deepfreeze
Deepfreeze
Deepfreeze adalah salah satu Program Yang sangat berguna bagi warnet dan multiplayer game online. Deepfreeze mempunyai fungsi mengembalikan semua kondisi windows ke bentuk semula pada saat deepfreeze dipasang. Jadi saat pertama kali install windows dan network, dan semuanya sudah berjalan dengan baik, anda tinggal melakukan deepfreeze.
Windows dan Konfigurasinya akan aman. Semua virus yang masuk, program spy atau script-script internet yang berbahaya yang masuk ke system PC serta File-file windows dan lainnya yang dihapus paksa atau diacak-acak oleh user, maka begitu PC di restart, kondisi windows akan dikembalikan ke kondisi semula dan bersih kembali seperti anda baru menginstall. Dengan menggunakan deepfreeze, koneksi internet game akan aman dan tidak terasa lambat akibat dari serangan virus, script-script dan spy yang akhir-akhir ini sering menyerang komputer yang terhubung secara online. Untuk troubleshoutingnya pun mudah dan tidak sulit.
Untuk perbaikkan komputer, yang telah dipasang deepfreeze, sangat mudah sekali dan tidak sulit. Caranya : Cukup meng-non-aktifkan program deepfreeze, caranya : Tekan tombol (Ctrl + Alt + Shift + F6) atau Double Klik Icon Deepfreeze, Password Deepfreeze Akan Muncul. Setelah itu, tinggal dipilih, Deepfreeze Diaktifkan atau Tidak. Setelah dipilih "Tidak Aktif", maka perbaikan komputer bisa langsung dilakukan.
Setelah komputer beres, deepfreeze bisa diaktifkan lagi. Jadi sangat mudah sekali.
Thursday, February 15, 2007
Tuesday, February 13, 2007
Arham
Thursday, December 21, 2006
Bila Alquran Bisa Bicara
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Cintailah Cinta

Adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak pernah membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang sedangkan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.
Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.
Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.
Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.
Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.
Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur-kan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan... sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana menciptakan semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyum dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita adalah orang yang menangis, sementara orang-orang disekeliling kita tersenyum bahagia.Ketika kita menanggalkan hidup, maka kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia... sementara orang disekeliling kita menangis.
Wednesday, December 20, 2006
Sisihkan 1 jam untuk akhiratmu
1.
Melakukan 12 rakaat sunnah rawatib. Yakni, 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat bada zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat setelah isya.
Manfaat yang diharapkan: Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang senantiasa melakukannya.
Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang solat dalam satu hari sebanyak 12 rakaat, sunnah, Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR Muslim)
2.
Sholat dua rakaat tahajjud. Faidah yang diharapkan: Dikabulkannya do’a, diampunkannya dosa, dan dicukupi Allah kebutuhannya. Dalil: Sabda Rasulullah saw, “Allah sw turun setiap malam ke langit dunia, di saat sepertiga malam terakhir dan mengatakan, “Siapa yang berdo’a kepadaku, pasti aku kabulkan. Siapa yang meminta padaku,pasti aku berikan, dan siapa yang memohon ampun padaku, pasti aku ampuni. (HR. Bukhari)
3.
Melakukan sholat duha 2 raka’at, 4 rakaat atau 8 rakaat. Manfaat yang diharapkan: Bernilai shadaqah dari seluruh persendian tulang. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Setiap persendian kalian adalah sadakah, setiap tasbih adalah sadakah, setiap tahmid adalah sadakah, setiap tahlil adalah adakah, setiap takbir adalah sadakah, setiap anjuran pada kebaikan adalah sadakah, setiap larangan dari yang mungkar adalah sadakah, dan semuanya akan mendapat ganjaran yang sama dengan melakukan shalat dua rakaat dari shalat duha.
4.
Membaca surat Al Mulk. Manfaat yang diharapkan: Diselamatkan dari adzab kubur. Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya ada salah satu surat dri Al Qur`an yang terdiri dari 30 ayat. Ia akan memberi syafaat pada seseorang dengan pengampunan dosa. Yaitu surat “tabarakallazi biyadihil mulk.” (HR Turmudzi dan Ahmad. Turmudzi mengatakan, ini adalah hadits hasan)
5.
Mengatakan : Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa hua ala kulli syai’in qadir dalam satu hari seratus kali. Manfaat yang diharapkan: Terpelihara dari gangguan syaitan selama satu hari, dihapuskan 100 kesalahan dan memperoleh 100 kebaikan.
Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mengatakan “Laa ilaaha illallah wah dahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syai’in qadiir”, maka ia akan mendapat pahala seperti membebaskan 10 budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan 100 kesalahannya, dan ia akan terpelihara dari syaitan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari apa yang ia peroleh dari hari itu, kecuali ada orang yang beramal lebih dari itu.”
6.
Shalawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 100 kali.
Faidah yang diharapkan: Bebas dari bakhil dan mendapat balasan shalawat dari Allah swt. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat atas diri saya maka Allah akan mendo’akannya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Hadits Rasulullah saw: Orang yang bakhil adalah orang yang bila namaku disebut di hadapannya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku. (HR Turmudzi)
7.
Mengatakan Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil aziim.
Faidah yang diharapkan: Ditanamkan di surga untuk yang melakukannya 100 batang pohon. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melazimkan istighfar, maka Allah akan memberikan padanya jalankeluar di setiap kesempitan, penyelesaian dari setiap kegundahan, dan diberikan rizki dari sesuatu yang tidak diduga-duga. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim)
Selain tujuh amalan di atas, tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam Islam bukanlah sekedar sholat,dzikir dan bacaan Al Quran, tapi mencakup perbuatan dan prilaku kita dalam berhubungan sesama manusia. Rasulullah menyebutkan, “Senyum anda kepada saudara anda adalah shadakah, danperintah kepada yang ma’ruf serta larangan dari yang mungkar itu shadakah, petunjukmu pada seorang asing yang tersesat itu sedekah, engkau menuntun orang yang sulit melihat itu shadakah, menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah sadakah, dan engkau membantu mengambilkan air untuk sahdaramu itu adalah sedekah.” Hadits riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim, selain ditunjang oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikannya dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.


